Waktu Tidur Terkait Tingkat Kolesterol
BOSTON– Waktu tidur hendaknya mencukupi sekitar 7-8 jam, tidak kurang atau bahkan melebihi. Sebuah penelitian mengungkap, orang usia lanjut yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur, dapat meningkatkan kadar kolestol dan kekurangan koleksterol baik atau HDL.
Orang yang tidur kurang dari tujuh jam setiap malam atau yang tidur melebihi delapan jam kemungkinan mengalami penyakit jantung. Alasannya belum diketahui. Demikian catatan Dr. Julia F. van den Berg dan tim peneliti dari Erasmus Medical Center Rotterdam dalam journal Psychosomatic Medicine.
Untuk menyelidiki, apakah kolesterol sebagai penyebabnya, tim peneliti kemudian membandingkan jangka waktu tidur dan tingkat kolesterol, termasuk rasio total dari kolesterol HDL pada 768 pria dan wanita berusia 57-97 tahun.
Para peneliti menggunakan alat actigraphy untuk mengukur jangka waktu tidur yang digunakan seperti jam tangan, untuk mengikuti pergerakan dan menunjukkan ukuran yang lebih diandalkan mengenai waktu tidur seseorang. Para relawan diminta untuk mengenakan alat tersebut sekitar 5 hingga tujuh hari selama 24 jam.
Tidak ada satupun partisipan diperbolehkan meminum obat penurun kolesterol.
Secara keseluruhan, Van den Berg dan tim peneliti menemukan, orang yang lebih banyak tidur memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi. Untuk orang yang berusia kurang dari 65 tahun, menghabiskan waktu lebih lama di tempat tidur merupakan hal utama penyebabnya.
Dibandingkan dengan orang berusia 70 ke atas, dengan fakta waktu tidur mereka lebih banyak terpecah, sehingga lebih sedikit waktu tidur yang akhirnya menyebabkan kadar kolesterol lebih rendah.
Kemungkinan orang yang lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur kurang aktif, sehingga meningkatkan kemungkinan meningkatkan kadar kolesterol, catat tim peneliti.
Namun, hubungan antara waktu tidur yang terpecah-pecah dengan kolesterol yang rendah lebih sulit dijelaskan. Kemungkinannya karena ada faktor penyakit lain yang tersembunyi. (reuters/ri)

