Pemilukada Kaur 2 Putaran: Sedangkan pesaingnya pasangan... KPU Kaur Didistribusikan Kertas Suara : Rencana pendistribusian... BBM Melejit Lagi: Dewan meminta Pemkab Kaur... Hidayat-Surianto Datangi KPU Kaur: Massa ini mengiringi Hidayat... 98,68 Persen Lulus UNU SMP: Kadispendik Kaur Drs Agunawan...

Tak Diterima PSB, Walimurid Protes

Friday, July 10, 2009
By Bujang Kaur

Yanto (30), salah seorang warga yang ikut ke Diknas sekitar pukul 11.00 WIB kemarin mengatakan, pihak sekolah tidak lagi mematuhi ketentuan. Sebab di dalam salah satu syarat berdirinya SMAN 1 Sekunyit, harus mengutamakan warga sekitar sekolah.

Tetapi realitasnya, banyak anak warga sekitar sekolah tidak diterima. ‘’Anehnya lagi, siswa yang diterima dari desa lain nilainya lebih kecil dibanding siswa asal Sekunyit. Seharusnya sekolah tetap mengutamakan siswa asal warga sekitar,’’ kesal Yanto.

Kemudian, tambahnya, semestinya pihak sekolah tetap menjaga hubungan baik dengan warga Sekunyit. Sebab, warga Sekunyit ikut menjaga keamanan sekolah. Masyarakat tidak mempersoalkan jika sekolah menerima siswa lain, asalkan siswa Sekunyit tetap diterima. ‘’Kita menuntut perjanjian bedirinya sekolah yang mengutamakan warga sekitar,’’ imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi, Kadis Diknas Kaur, Harsisman, S.Pd melalui Kabid Dikmen Harpani, M.Pd, mengakui menerima protes sejumlah warga sekitar sekolah. Namun dari koordinasi dengan sekolah, diketahui jika sekolah sudah menerima siswa di sekitar itu sebanyak 19 orang atau 10 persen dari total kuota. ‘’Kuota SMAN 1 Sekunyit sebanyak 192 siswa dengan 6 kelas,’’ jelas Harpani.

Selain itu, tambahnya, SMAN 1 Sekunyit tidak hanya menjadikan NEM sebagai dasar seleksi PSB. Tetapi juga nilai raport dan jalur khusus siswa berprestasi. Bahkan, pendaftar telah melebihi kuota daya tampung.

Masalah PSB bukan hanya di SMAN 1 saja. Tapi hampir di seluruh SMAN di Kaur. Lantaran, pendaftar melebihi daya tampung. Seperti di SMAN 2 berlebih 111 orang, di SMAN 4 berlebih 74 orang, di SMAN 3 berlebih 63 orang dan di SMAN 5 berlebih 96 orang. ‘’Total siswa lulusan SMP tidak bisa diterima di SMAN mencapai 473 orang,’’ katanya.

Sementara, sekolah yang masih kekurangan siswa yakni SMKN 1, SMKN 2, MAN Manau IX, SMA Muhammadiyah, SMK Maarif, serta Madrasyah Aliyah. Warga disarankan, khusus di wilayah Maje dan Nasal dianjurkan sekolah di Kota Bintuhan.

Sedangkan warga dari wilayah Tanjung Kemuning, bisa ke Kinal, Luas, Cahaya Batin, Padang Guci Hulu, serta Padang Guci Hilir. ‘’Satu sisi ada yang kelebihan pendaftar dan satu sisi banyak sekolah minus pendaftar,’’ demikian Harpani.

Sumber RB

  • Share/Bookmark

Leave a Reply