Pemilukada Kaur 2 Putaran: Sedangkan pesaingnya pasangan... KPU Kaur Didistribusikan Kertas Suara : Rencana pendistribusian... BBM Melejit Lagi: Dewan meminta Pemkab Kaur... Hidayat-Surianto Datangi KPU Kaur: Massa ini mengiringi Hidayat... 98,68 Persen Lulus UNU SMP: Kadispendik Kaur Drs Agunawan...

Jalan Rusak, Harga Sawit di Bengkulu Selatan Rendah

Tuesday, January 27, 2009
By Bujang Kaur

sawitMANNA, SENIN – Harga tandan buah segar atau TBS kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, tetap rendah meskipun harga CPO di pasar dunia mengalami kenaikan. Penyebabnya, kelapa sawit dari Bengkulu Selatan harus dibawa ke pabrik CPO di Muara Enim, Sumatera Selatan melalui jalan yang rusak.

Pengamatan Team Kami, Senin (26/1), jalan yang rusak itu adalah jalan penghubung satu-satunya dari Manna, Bengkulu Selatan ke Tanjung Sakti, Sumatera Selatan. Jalan sepanjang 60 km yang melalui pegunungan tersebut banyak berlubang dan rawan longsor.

Harga TBS kelapa sawit di tingkat petani Bengkulu Selatan sejak dua minggu lalu hanya Rp 600 per kilogram. Menurut para petani, tidak adanya pabrik CPO di Bengkulu Selatan juga menjadi penyebab harga kelapa sawit di Bengkulu Selatan rendah.

Mukrim (42) petani kelapa sawi t di Desa Gindo Suli, Kecamatan Bunga Mas, Bengkulu Selatan mengungkapkan, para petani lesu karena harga kelapa sawit terlalu rendah. Dengan harga kelapa sawit Rp 600 per kilogram, keuntungan yang dinikmati petani hanya Rp 300 per kilogram setelah dipoton g ongkos panen dan ongkos angkut. Padahal petani juga harus memupuk tanamannya tiga kali setahun dengan biaya sekitar Rp 800.000 untuk sekali pemupukan.

“Harga yang ideal adalah Rp 1.000 per kilogram. Petani masih bisa hidup kalau setiap panen dua minggu sekali mengantongi Rp 900.000,” kata Mukrim.

Menurut Mukrim, pembangunan pabrik CPO di Bengkulu Selatan sudah dimulai tiga tahun lalu, namun hingga saat ini belum beroperasi. Petani kelapa sawit di Bengkulu Selatan tidak punya pilihan lain kecuali menjual hasil panennya ke Muara Enim.

Mukrim menambahkan, pabrik CPO yang lebih dekat terdapat di Seluma yang dapat ditempuh dalam waktu dua jam. Namun, petani lebih suka menjual sawitnya ke Muara Enim karena harganya lebih tinggi.

Ketua Serikat Petani Bengkulu Selatan, Isurman (41) mengatakan, harga kelapa sawit di Bengkulu Selatan rendah karena kelapa sawit harus diangkut dari Bengkulu Selatan sampai Muara Enim selama sembilan jam. Biaya transportasi Rp 300 per kilogram membuat petani tak bisa menikmati keuntungan layak.

Isurman mengutarakan, setiap hari ada konvoi puluhan truk bermuatan kelapa sawit yang berangkat dari Bengkulu Selatan ke Muara Enim. Sampai di pabrik CPO di Muara Enim, truk-truk itu antre untuk membongkar muatan. Tak jarang truk-truk itu harus antre sampai tiga hari.

Menurut Isurman, harga kelapa sawit saat ini memang meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya Rp 300-Rp 400 per kilogram. Saat itu petani memilih tidak memanen kelapa sawit dan membiarkan buahnya busuk daripada rugi.

  • Share/Bookmark

3 Responses to “Jalan Rusak, Harga Sawit di Bengkulu Selatan Rendah”

  1. Dani Harman

    Wh selayaknya fabrik CPO dibangun mang, kapan lagi? daerah BS setahuku sudah banyak sekali perkebunan kelapa sawit;

    #277
  2. Akhmad Lakoni

    Kalau petinggi daerah ini tidak membantu mendongkrak harga TBS buah sawit petani, hendaknya petani sawit kompak tidak akan memilihnya lagi dalam pemilu kada yad.

    #496
  3. AGUS ILYAS

    apakah kelompok tan diBS tidak bisa bersatu dan mencoba membangun sendiri pabrik CPO dgn menghadap ke bank untuk pembiayaan sebuah pabrik .Apabila perlu kerja sama (saham bersama) dan dibayar angsuran bulanan,tentunya dgn di hitung lebih dahulu apakah menguntungkan.

    #499

Leave a Reply