Pemilukada Kaur 2 Putaran: Sedangkan pesaingnya pasangan... KPU Kaur Didistribusikan Kertas Suara : Rencana pendistribusian... BBM Melejit Lagi: Dewan meminta Pemkab Kaur... Hidayat-Surianto Datangi KPU Kaur: Massa ini mengiringi Hidayat... 98,68 Persen Lulus UNU SMP: Kadispendik Kaur Drs Agunawan...

Atasi Virus Flu Burung, 9 Desa Disemprot Virkon

Wednesday, March 10, 2010
By Bujang Kaur

1345Dikatakan, sebelumnya Dispernak telah menyerahkan obat Virkon ke masyarakat agar disemprotkan. Tapi obat itu banyak yang tidak disemprotkan ke kandang ayam atau unggas lainnya. Sehingga dampak dari flu burung yang cepat menyebar itu, meluas. Karena racun tersebut banyak tidak disemprotkan, maka tim PDSR langsung mengajak warga bersama-sama melakukan penyemprotan. Selain penyemprotan, juga dilakukan pemusnahan unggas yang masih ada. Khawatir unggas yang masih ada kembali diserang. Tapi sampai hari ini (kemarin-red) belum ada laporan warga yang terjangkit flu burung. Karena penyebarannya baru sebatas unggas. ‘’Tak terkecuali, seluruh kandang ayam, bebek dan burung warga disemprot. Supaya virus mematikan itu tidak menular. Karena kalau virus tersebut sudah menyerang manusia, sangat berbahaya. Dispernak hanya bisa memusnahkan unggas dan melakukan penanggulangan dengan cara menyemprot,’’ tegas Herwan. Dijelaskan, dengan belum teratasinya virus flu burung, Dispernak Kaur belum bisa memastikan Kabupaten Kuar dalam kondisi aman dari virus flu burung. Jadi diharap tim PDSR Kaur tetap memantau dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan pro aktif. Jangan sampai virus tersebut menyerang manusia. ‘’Posisi saat ini masih siaga I. Tapi kita berharap dalam waktu beberapa hari ini sudah bisa diatasi. Tapi Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu tetap diberikan laporan,’’ jelasnya. Sementara Plt Kadinkes Kaur, Nandar Munadi, S.Sos, melalui Kabid P2P-PL Refian Suhadi, SKM, mengatakan Dinkes sudah meningkatkan penangulangan atau antisipasi penyebaran flu burung itu kepada manusia. Diantaranya, mensiagakan tim kesehatan dari Puskesmas. Mereka disiagakan di kediaman masing-masing yang dilengkapi alat pengukur suhu dan obat Tain Flu. Karena kalau warga sudah mulai terserang gejala flu burung, akan diberikan obat tersebut yang memang sudah disediakan di setiap Puskesmas. ‘’Ciri-ciri warga yang terserang flu burung, suhu badannya lebih dari 38 drajat. Selain itu disertai dengan sakit tengorokan, flu, sesak nafas, badannya panas. Kalau didapati ada warga suspec akan dirujuk ke RS M Yunus Bengkulu. Tapi sampai hari ini (kemarin-red.) belum ada laporan warga terserang flu burung,’’ demikian Nandar.

Sumber RB

  • Share/Bookmark

Leave a Reply